Tampilkan postingan dengan label Investor Sejati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investor Sejati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Agustus 2022

Pentingnya literasi keuangan bagi seorang investor dan pengusaha

 Pagi ini saya mendapatkan informasi di beranda facebook saya.

Penawaran investasi yang sangat menggiurkan, prinsip too good to be true, selalu saya jadikan filter, namun tetap saya tidak mau kehilangan peluang emas jika memang disitu bisa cetak uang.

Literasi keuangan perlu kita miliki, hitung-hitungan akunting sederhana juga wajib dimiliki oleh seorang yang menginginkan uangnya bekerja, maka saya pun langsung melakukan oret-oretan probability, apakah benar seperti apa yang dijanjikan.


Penawaran pengolahan jagung basah

Modal belanja adalah Rp 3,200 per kilo, atau Rp. 3,200,000 per ton.

Harga penjualan ketika kering adalah Rp 4,000, atau Rp. 4,000,000 per ton.

Laba yang dijanjikan Rp 750/kilo atau Rp 750.000, darimana laba tersebut muncul, kemungkinan dari  penjualan - modal atau 4000-3200, hasilnya 800.

Disini saya menemukan kejanggalan, Penawaran adalah pengolahan jagung basah, berarti jagung yang dibeli adalah basah, berapa kadar airnya ? ketika dikeringkan berapa rendemennya?

Secara janji memang menggiurkan dari modal Rp 6,400,000 kita dapat keuntungan bersih Rp 1,500,000.

Atau kurang lebih 23 % hanya dalam jangka waktu 3 hari.

Janji manis : Harga sudah pasti karena bahan baku selalu ready, pembeli yang valid dan pasti.

 Setiap pengolahan, target pengiriman 35 ton.

Setiap 3 hari modal dan profit anda cair.

Kita belum masuk ke hitung-hitungan realistis, jika memang ini benar maka dengan modal 10 juta saya sudah bisa jadi milyarder.

Dari 10 juta, saya gunakan 6 juta 400 rb untuk saya invest di perusahaan jagung tersebut.

3 juta 600 sisanya akan saya pergunakan untuk biaya akomodasi dan biaya hidup di jawa timur, wilayah jember, yang katanya tempat si pelaku usaha.

Di hari ke 3 saya sudah  mendapat modal saya kembali ditambah keuntungan sebesar Rp 1,500,000.

Jika pembeli selalu valid dan pasti berarti ada standby buyer, dan bahan baku selalu ready, maka kapan pun kita invest pasti modal kita akan berputar terus.

Anggap saya tidak pernah menarik modal yang saya miliki, saya hanya tarik keuntungannya setiap 3 hari sekali.

Hari ke 3 invest, saya dapat Rp 1,500,000

Hari ke 6 invest, saya dapat Rp 1,500,000

Hari ke 9 invest, saya dapat Rp 1,500,000

Hari ke 12 invest, saya dapat Rp 1,500,000

Hari ke 15 invest, saya dapat Rp 1,500,000

Hari ke 18 invest, saya dapat Rp 1,500,000

Hari ke 21 invest, saya dapat Rp 1,500,000

Hari ke 24 invest, saya dapat Rp 1,500,000

Hari ke 27 invest, saya dapat Rp 1,500,000

Hari ke 30 invest, saya dapat Rp 1,500,000

Total yang saya dapat adalah Rp 15,000,000

Modal saya adalah Rp 10,000,000

Keuntungan bersih Rp 5,000,000

Saya bisa pulang kembali kerumah, dengan modal 6,400,000 masih belum saya tarik. 

Karena saya sudah tahu lokasinya, perizinannya dan model bisnisnya secara langsung, maka saya bisa meminta keuntungan di transfer langsung ke rekening saya.

Jika usaha tersebut berlangsung 3 bulan saja.

Maka total yang saya dapat adalah 15 juta x 3 = 45,000,000

Modal tetap tidak akan saya tarik, maka saya akan terus mendapatkan transferan setiap per 3 hari sebesar  Rp 1,500,000

Passive income ?

Iya.

Hanya saja secara logika, jika memang benar seperti itu, maka usaha tersebut tidak memerlukan investor dari luar, dari compounding aja, perusahaan bisa mendapatkan modal cuma-cuma dari perputaran uang yang pasti.

Mari kita cari faktanya


 

Jember,- Jember dikenal sebagai  salah satu Kabupaten sentra jagung di Jawa Timur. Kabupaten ini mempunyai luasan panen jagung tertinggi pada bulan Desember yakni sekitar 12.000 hektar yang mayoritas lahan pertanaman tersebut berada di lahan sawah yang sebelumnya di tanami padi. 
 
Menteri Pertanian Syahtul Yasin Limpo saat penanaman jagung sekaligus meresmikan Food Estate di Desa Umbul Pabal Kecamatan Umbu Rato Nggai Barat, Sumba Tengah beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa di beberapa sentra penghasil jagung,  produktivitas mencapai sekitar 8-9 ton per hektar.
 
"Rata-rata produktivitas jagung lokal saat ini memang masih sekitar 6,4 ton per hektar. Kita sama-sama berusaha  agar peran penting komoditas jagung dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi dan pendapatan petani," kata Mentan SYL. 
 
Pola tanam padi-padi-palawija masih diterapkan oleh petani di Jember sehingga diharapkan minimal akan diperoleh dua keuntungan, yaitu tanah sawah akan mengalami kering sempurna sehingga memberikan aerasi yang baik bagi tanah dan menyehatkan bagi padi untuk berikutnya serta harga yang lebih baik karena panen di luar masa panen raya. 
 
Ali, salah satu petani di Jember, saat diwawancara hari Kamis (24/12) mengungkapkan saat ini petani jagung di Jember merasakan nikmatnya menjadi petani jagung, karena begitu mudahnya menjual jagung dan memperoleh harga yang baik. “Rata-rata petani di Jember menjual jagung dalam bentuk tongkol kering, ini karena kami ingin mempercepat kegiatan panen dan pasca panen, untuk mempersiapkan kembali sawah bekas tanaman jagung untuk pertanaman padi,” ujarnya
 
Diungkapkan Ali saat ini harga jual jagung tongkol kering per kg sudah mencapai Rp. 2.000 sampai Rp. 2.100. Dengan rata-rata biaya produksi per hektar Rp. 15 juta dan hasil produksi rata-rata 15 ton, maka petani memperoleh hasil dari kegiatan budidayanya sekitar Rp 15 juta per hektar.
 
Bila hasil produksi di akumulasi dalam satu kabupaten, maka selama bulan Desember 2020, Kabupaten Jember mensuplai sekitar 180.000 ton jagung tongkolan kering atau bila dikonversi menjadi jagung pipilan kering dengan kadar air 17% sekitar 90.000 ton.
 
Di tempat terpisah, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementan Gatut Sumbogodjati mengatakan meski di luar masa panen raya, panen jagung sedang berlangsung di beberapa wilayah, tentunya akan menjadi berkah tersendiri bagi petani, karena akan memperoleh harga yang lebih baik dibandingkan saat masa panen raya. 
 
Gatut menegaskan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam meningkatkan produksi jagung dan kesejahteraan petani. Kementan terus berkomitmen menyalurkan bantuan untuk budidaya dan penanganan pasca panen. Hal ini salah satunya guna memastikan produksi jagung cukup sesuai kebutuhan bulanan.
"Luas tanam kita tingkatkan, tapi produktivitas juga harus bagus. Dalam keadaan apapun pertanian kita harus tangguh. Produksi pangan hingga saat ini dan ke depan aman," ucapnya.
 
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan bahwa  beberapa sentra produksi jagung saat ini sudah bisa mencapai target produktivitas 8 hingga 9 ton per hektar. Peningkatan produktivitas dapat menjamin tercukupinya kebutuhan jagung.
"Kementan jamin produksi jagung, biasanya musim tanam sama mengikuti musim padi. Pola tanam bisa monokultur, bisa tumpangsari, bisa tumpang sisip, pergiliran tanam atau pola lain. Jagung ditanam di lahan sawah, lahan kering, tadah hujan maupun integrasi dengan tanaman kelapa sawit dan lainnya, terpenting tersedia air bisa ditanam jagung," ucapnya.
 
Catatan-catatan :
 
Rata-rata jagung yang bisa dihasilkan per 1 hektar tanah adalah 6.4 ton per hektar. (target produktivitas adalah 8 hingga 9 ton per hektarnya).
 
Faktanya dengan biaya produksi sebesar Rp 15 juta per hektar akan didapatkan hasil produksi rata-rata 15 ton per hektarnya.
Harga jual jagung tongkol kering adalah 2000 hingga 2100 per Kg nya.
15 ton x 2000 = 15000 x 2000 = Rp 30 juta
Rp 30 juta - 15 juta , keuntungan bersih per hektar adalah Rp 15 juta.
 
Akumulasi produk per kabupaten di wilayah jawa timur mampu menghasilkan 180 rb ton kering tongkolan, untuk menjadi jagung pipilan kering dengan kadar air 17 %, maka tonnage menjadi 90 rb ton.
 
Dr Ir Suwarto, M.Si, Dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University kepada Kompas.com, Jumat (1/10/2021).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapan Musim Panen Jagung di Indonesia?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/food/read/2021/10/04/151021375/kapan-musim-panen-jagung-di-indonesia?page=all.
Penulis : Krisda Tiofani
Editor : Yuharrani Aisyah

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Dr Ir Suwarto, M.Si, Dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapan Musim Panen Jagung di Indonesia?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/food/read/2021/10/04/151021375/kapan-musim-panen-jagung-di-indonesia?page=all.
Penulis : Krisda Tiofani
Editor : Yuharrani Aisyah

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Dr Ir Suwarto, M.Si, Dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University kepada

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapan Musim Panen Jagung di Indonesia?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/food/read/2021/10/04/151021375/kapan-musim-panen-jagung-di-indonesia?page=all.
Penulis : Krisda Tiofani
Editor : Yuharrani Aisyah

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Menurut Dr. Ir. Suwarto Dosen Di Departemen agronomi dan hortikultura Fakultas pertanian mengatakan masa panen jagung, mulai dari penanaman bibit hingga panen membutuhkan waktu sekitar 4 bulan. 
Jagung bisa ditanam dua kali dalam satu tahun.
Syarat tumbuh untuk jagung yaitu ada curah hujan 100-200 mm per bulan.
Jika curah hujan kurang dari 100 mm per bulan, maka jagung bisa kekeringan dan Jagung sangat rentan terhadap kekeringan.
Selain itu jagung membutuhkan Ph tanah minimum 5.5 suhu 21-34 derajat celcius. ketinggian tanah dibawah 500 meter.
 
Pahami Rendemen
 
Menurut KBBI Rendemen diartikan dengan keuntungan atau kelebihan dalam pendapatan suatu perusahaan.
Rendemen bisa juga diartikan sebagai nilai prosentase perbandingan antara Nilai kering (output) terhadap nilai basahnya (saat panen) yang dinyatakan dengan (%).

Rendemen berbagai komoditas

1. Padi

Rendemen padi berdasarkan Biro Pusat Statistik (BPS) adalah 64 %, artinya dari 100 kg gabah kering bisa menjadi 64 kg beras.

2. Tebu

Output tebu adalah gula, nilai rendemen tebu dihitung dari berat gula yang dihasilkan (output) dibagi dengan berat tebu pada saat digiling x 100 %.
Umumnya rendemen tebu di petani tebu rakyat berkisar 6 % - 10 %, ini berarti dari 100 kg tebu menghasilkan  6 kg sampai 10 kg gula.
 
3. Jagung
 
Rendemen jagung mengacu pada persentase perbandingan antara jagung kering dengan jagung basah.
 
Misalnya : Panen jagung basah  berat 100 kg, setelah dikeringkan beratnya susut menjadi 80 kg, maka rendemen jagung adalah 80 %.

Cara menghitungnya  Berat kering /Berat basah x 100 %.

Rendemen jagung 80 % termasuk tinggi.

Faktor yang mempengaruhi rendemen adalah jenggel jagung dan kadar air.
Semakin kecil ukuran jenggel, rendemen semakin tinggi.
Semakin rendah kadar air  maka  rendemen semakin tinggi.
 
4. Kelapa sawit
 
Rendemen untuk sawit adalah nilai prosentase antara berat minyak sawit (Crude palm oil) atau yang dikenal dengan CPO terhadap tandan buah segar(TBS).
Nilai rendemen 20 - 25 % artinya dari 100 kg TBS akan menjadi 20 - 25 Kg CPO.
 
5. Vanili
 
Rendemen vanili berkisar antara 20-25%, yaitu hasil proses pengeringan dari polong basah menjadi kering artinya dari 100 kg polong basah vanili akan menjadi 20-25 kg polong kering vanili.
 
Berdasarkan teori rendemen komoditas, Pembelian jagung basah dengan

Modal belanja  Rp 3,200 per kilo, atau Rp. 3,200,000 per ton.

Saat dikeringkan, anggaplah kita membeli 1 ton, maka berat jagung berkurang tidak lagi 1 ton.

Meskipun harga penjualan ketika kering adalah Rp 4,000, atau Rp. 4,000,000 per ton, tapi ada penurunan berat, setelah kering tentunya berat jagung tidak lagi 1 ton.

Anggap rendemen jagung adalah 80 %, maka berat jagung kering menjadi 800 kg tidak lagi 1 ton, atau 0.8 ton.

Cara penghitungan keuntungan menjadi harga beli Rp. 3,200,000 per ton, ketika dijual menjadi  0.8 x 4,000,000 = Rp 3,200,000.

Jadi laba yang dijanjikan berasal darimana ?

Laba yang dijanjikan Rp 750/kilo atau Rp 750.000, darimana laba tersebut muncul, kemungkinan dari  penjualan - modal atau 4000-3200, hasilnya 800, Karena ketika rendemen diperhitungkan maka kita sama sekali tidak mendapatkan keuntungan.

Disini saya menemukan kejanggalan, Penawaran adalah pengolahan jagung basah, berarti jagung yang dibeli adalah basah, berapa kadar airnya ? ketika dikeringkan berapa rendemennya?

Maka ketahui dulu berapa rendemennya ? berapa kadar airnya?

Secara janji memang menggiurkan dari modal Rp 6,400,000 kita dapat keuntungan bersih Rp 1,500,000.

Namun faktanya ?

Kita belum kupas tuntas secara akuntansi, masih di hitungan sederhana rendemen, namun sudah terbongkar keuntungan yang tidak realistis.

Pengetahuan akunting sederhana dan memahami model bisnis haruslah dipahami oleh pengusaha atau investor, jika posisi masih calon investor atau calon pengusaha, maka upayakan memiliki pengetahuan ini sebagai modal awal untuk memantaskan diri. 

Tertarik ingin belajar ?

Siapapun anda dengan latar belakang pendidikan apa pun, bisa menguasai keilmuan keuangan untuk UMKM dan mengukur valuasi perusahaan Tbk, ikuti Pelatihan Corporate valuation, pelatihan secara private via whatsapp, materi dibagikan dalam bentuk modul dan video, ada group telegram khusus corporate valuation.

Biaya pelatihan 750 rb dijamin sampai mahir.

Hubungi segera whatsapp 0857 8896 5376



 
 

 


 
Dr Ir Suwarto, M.Si, Dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University kepada

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapan Musim Panen Jagung di Indonesia?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/food/read/2021/10/04/151021375/kapan-musim-panen-jagung-di-indonesia?page=all.
Penulis : Krisda Tiofani
Editor : Yuharrani Aisyah

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
 

 

Minggu, 29 Mei 2022

IDEALISASI BISNIS DAN INVESTASI │ Materi ke 1 │Peta keuangan UMKM │ Scale Up Bisnis

IDEALISASI BISNIS |Sistemasi|Materi 1|

Bisnis bisa dikatakan ideal ketika sudah tersistemasi, sistemasi yang fokus kepada keuangan, karena selama arus uang yang dimiliki lancar, selama itulah bisnis bisa bertahan, maka seorang pebisnis wajib memiliki kecerdasan finansial.

Bisnis yang sehat secara keuangan mampu bertumbuh dengan cepat. Awal kebiasaan yang harus dimiliki seorang pebisnis adalah kebiasaan mencatat dan mengevaluasi.

Apa itu kecerdasan finansial ?

Kecerdasan untuk memahami bahasa-bahasa keuangan dan bisnis, kemudian mempraktekkan dalam bisnisnya dalam bentuk sistem.

Seorang pebisnis sebelum memiliki usaha yang besar, selalu berawal dari pemahaman seseorang tentang Fondasi Bisnis, yang kemudian dari situ pebisnis mulai membaca peluang kebutuhan, menciptakan atau memenuhi kebutuhan manusia adalah langkah pertama mendapatkan uang dan perhatian dari manusia.

Pahami PONDASI BISNIS, di mulai dari dua pondasi sederhana yaitu :

PERTAMA, HUKUM SUPPLY and DEMAND

  1.   Persediaan terbatas, permintaan melonjak maka harga pasti naik, seperti Minyak goreng, atau di masa pandemic  alat perlindungan diri (APD), masker, dll.
  2.   Persediaan melimpah, permintaan menurun maka harga pasti turun.
  3.   Harga akan stabil di saat persediaan dan permintaan seimbang.
  4.   Ketika sudah tidak ada permintaan, maka trend dari satu produk telah berakhir, biasanya berganti kepada trend produk lainnya.

·       Ada produk yang tidak bergantung kepada trend, setiap hari manusia membutuhkannya, dan siapa pun bisa jadi penyedianya, dalam situasi seperti ini terjadi persaingan, sehingga margin yang didapat dari bisnis produk seperti ini, biasanya marginnya kecil (kebutuhan sehari-hari : shampo, sabun mandi, komoditas, dll)

Hukum Supply and demand kemudian melahirkan 3 jenis pasar :

  1. Pasar yang tidur (white ocean).
  2. Pasar yang potensial (Blue ocean).
  3. Pasar yang berdarah-darah (Red Ocean).

 KEDUA, HUKUM HIRARKI KEBUTUHAN

Tingkat ekonomi naik, level kebutuhan juga meningkat.

Pendapatan naik, gaya hidup juga naik. Hukum hirarki ini kemudian mendasari segmentasi dan perilaku pasar.

Setelah kebutuhan sandang, pangan, papan terpenuhi, maka manusia mulai butuh pengakuan, ingin ide dan gagasannya diakui, sebagai konseptor, bahkan yang lebih tinggi lagi yaitu regulator.

 Sebagai warga timur yang memiliki kecenderungan Agamis, ada level lagi diatas aktualisasi diri (membutuhkan pengakuan), yaitu level spiritual, dimana orang yang sudah mencapai level ini biasanya tidak terlalu signifikan memberikan support capital pada economic cycle karena kebutuhannya sudah mulai berkurang, atau karena sudah berhasil membuat satu sistemasi bisnis yang tetap berjalan tanpa keterlibatannya secara langsung.

Setelah memahami Pondasi bisnis, yaitu 2 hukum yang wajib ditaati oleh pengusaha, berikutnya adalah memahami tentang keuangan, baik itu memahami bahasa-bahasa keuangan, maupun mengelolanya.

Tahu lebih banyak tentang mengelola keuangan bukan berarti harus kita yang mengerjakan, dengan pengetahuan ini, sebagai pengusaha atau investor maka kita bisa mengetahui kondisi perusahaan, potensi-potensi kebocoran, mana produk yang laku atau yang stuck jadi dead stock, prediksi perusahaan yang mudah diguncang/jatuh pailit, kenapa omset besar tapi perusahaan berantakan. Dengan demikian semakin tinggi jam terbang, maka akan muncul intuisi bisnis.

Keuangan hampir identik dengan Akuntansi, namun menjadi pengusaha tidaklah berarti harus menjadi seorang akuntan, pahami saja filosofinya tidak perlu belajar akunting secara mendalam. Dengan memahami keuangan dan cross check dengan kondisi lapangan, lama-lama akan membentuk insting bisnis, dimana menimbulkan satu kondisi bisa membaca dan memprediksi satu peristiwa ekonomi atau peluang bisnis hanya dengan intuisi.

Setidaknya Anda memahami :

  1.  Apa itu akunting ?
  2.  Perbedaan antara akuntansi keuangan vs akuntansi manajemen.
  3.  Memahami Posisi bisnis Anda saat ini.

1. Apa itu Akunting ?

Pada saat mempelajari sesuatu yang baru akan terasa sulit, sebab sel otak kita belum terbentuk di bidang yang baru kita pelajari, maka pembentukan sel otak perlu dilakukan dengan mengenalnya, pertama dari pengenalan definisi, bahasa akunting/keuangan pada mulanya bisa menjadi bahasa menakutkan sulit dipahami sebagaimana bahasa Alien.

 Adakah kosa kata diatas yang sudah Anda kenal ?

Berapa persen ? apakah semuanya Anda kenal dari 23 kosa kata diatas? bagus berarti Anda sudah layak jadi pebisnis dan investor. Atau tidak ada satupun ? tidak apa-apa, kita akan sedikit demi sedikit memahami kosa kata dan bahasa Alien tersebut.

Semakin banyak yang Anda kenal, maka semakin terbentuk sel otak Anda, menjalin jalinan yang baru yaitu cetak biru keuangan (financial blue print).

Akuntansi adalah suatu proses mencatat, meringkas, mengklasifikasi, mengolah, dan menyajikan data transaksi dan berbagai aktivitas lainnya yang ada hubungannya dengan keuangan. Nantinya informasi tersebut bisa digunakan oleh seorang akuntan atau pemilik bisnis dalam pengambilan keputusan di perusahaan.

Penerapan yang tepat dapat memungkinkan manajemen perusahaan lebih memahami mengenai kondisi keuangan bisnisnya.

Setelah memahami definisinya, akuntansi mungkin tidak lagi menakutkan, peran akuntansi menjadi demikian penting dalam dunia bisnis setelah paham definisinya, singkatnya memiliki pemahaman terhadap akuntansi berarti memiliki kemampuan membaca skor satu perusahaan.

Skor tersebut menjadi salah satu aspek yang bisa menentukan masa depan atau kelangsungan perusahaan, Skor tersebut akan menyelamatkan uang Anda jika Anda sebagai investor,maka Anda tidak mungkin meng- Investasikan uang Anda di perusahaan yang buruk.

Laporan keuangan adalah informasi penting yang biasanya disampaikan ke pemegang kepentingan di perusahaan atau stakeholder. Data keuangan yang akurat dan real-time bisa menjadi acuan pengambilan keputusan yang penting untuk keberlangsungan satu perusahaan.

2. Perbedaan Antara akuntansi Keuangan VS Akuntansi Manajemen

Lingkup Akuntansi, Akuntansi dibagi menjadi dua :


 
Sebagai Investor, kita memerlukan kemampuan baca skor hasil dari akuntansi keuangan, sebagai pengusaha, kita memerlukan kemampuan baca skor hasil dari akuntansi manajemen.

Yang kita perlukan dari Laporan keuangan yang memiliki STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN adalah :

  1. Laba-rugi.
  2. Neraca.
  3. Laporan Arus kas.
  4. Perubahan Modal.

Input akuntansi keuangan adalah data masa lalu untuk melihat kinerja.

Adapun akuntansi manajemen input data yang diperlukan adalah untuk proyeksi masa depan berdasarkan data masa lalu, biasanya untuk budgeting, atau perencanaan kondisi yang sudah bisa diprediksi misalnya : Tren mudik saat lebaran. Atau berdasarkan pengalaman masa lalu kedepannya tren akan seperti apa, perubahan resesi ekonomi, perubahan pola membentuk beberapa insting bisnis bagi pengusaha atau investor yang memiliki jam terbang bisa mendeteksi Bubble atau penurunan tren dalam ekonomi.

Dua kunci di Akuntansi Manajemen adalah Rencana dan Kontrol.

Istilah-istilah keuangan masih membingungkan beberapa diantara kita, terutama yang terjun di pasar modal karena ikut-ikutan, kalau istilah DIVIDEN mungkin sudah banyak yang tahu yaitu Laba bersih yang dibagikan.

Namun Laba kotor ? apa yang dimaksud dengan laba kotor, sebagian masih belum tahu, apa arti laba kotor.

Laba kotor adalah penjualan (omset) – HPP.

Lalu HPP itu sendiri apa ?

Tenang, kita akan pelajari itu semua, yang terpenting miliki dulu AMBAK nya, Apa Manfaatnya BAgi Ku, ilmu akuntansi atau ilmu keuangan tersebut.

Ketika Anda memiliki karyawan yang tiba-tiba membangun rumah mewah padahal gajinya UMR, tidak - kah Anda curiga ? kecurigaan atau prasangka saja tidak cukup, perlu pembuktian, semua bisa dibuktikan hanya jika kita memiliki sistem pencatatan yang baik, dan semua proses yang terjadi melewati sistemasi.

“Sistem yang baik akan mampu mengubah orang-orang menjadi baik dan tidak tergantung pada keberadaan orang-orang yang baik”.

Dengan memiliki sistem yang baik, maka kita bisa mengetahui potensi-potensi kebocoran di perusahaan kita dan mencegah orang korupsi.

Ada banyak potensi-potensi kebocoran, dengan memiliki catatan keuangan yang baik, tertata rapi, terorganisir, dan tersistematis, maka kita bisa tahu aktivitas uang masuk dan keluar di perusahaan kita, tidak ada satu aktivitas pun yang terjadi dalam satu perusahaan, melainkan bisa diukur memberikan sumbangan penghasilan atau justru menggerus arus kas yang dimiliki oleh satu perusahaan.

Kebocoran bisa di deteksi dengan melihat secara urut dari mulai penerimaan barang, proses produksi, pengiriman dan penjualan barang jadi, dimana yang menyalahi sistem.

Potensi-potensi kebocoran di perusahaan :

Dengan akuntansi kita memiliki data, untuk membuktikan kecurigaan kita terhadap karyawan, setelah terbukti, maka kita bisa juga membuat sistemasi untuk mengatasinya, fokus utama dan fondasi terkuatnya adalah PENCATATAN.

CATAT apa yang kamu KERJAKAN, KERJAKAN apa yang kamu CATAT.

Sistemasi keuangan setidaknya bisa mencegah kebocoran, kalaupun tidak 100 persen, minimal tidak terlalu banyak, dan akan mencegah orang untuk coba-coba korupsi karena akan ketahuan, bahkan kepikiran untuk berbuat saja tidak akan dilakukan karena takut ketahuan.

Sebelum mempelajari bagaimana membuat sistemasi, pelajari dulu 7 Asumsi dasar akuntansi :


 
Accrual Basis vs cash basis 


 Prinsip Entitas Ekonomi
(prinsip pemisahan milik pribadi dan perusahaan, termasuk usaha-usaha yang berbeda pun dipisahkan pencatatannya).


 Prinsip kesinambungan usaha (going concern), penjelasannya sederhana : TIDAK BERNIAT UNTUK BANGKRUT.

Prinsip satuan moneter (semua di uangkan atau dinilai dengan uang), contoh : minyak 5 Liter diganti dengan nilai rupiah, harga 5 liter itu berapa rupiah ?

Prinsip konsistensi (misalnya pada penyusutan mau memakai metode yang mana, setelah ditentukan metodenya tidak boleh berubah di tengah jalan, harus konsisten).

Prinsip Materialitas (semua yang dilaporkan dianggap material atau punya nilai, berarti apa yang tidak tercatat dianggap tidak bernilai).

5 PRINSIP DASAR PENGUKURAN


 Barang yang belum terjual tidak diakui sebagai biaya, contohnya : ketika kita stock barang dalam jumlah banyak, yang ternyata barang itu tidak keluar atau tidak terjadi penjualan, maka akan di kategorikan Dead Stock dan tidak diakui sebagai biaya, oleh sebab itu Dead Stock juga jadi POTENSI KEBOCORAN yang harus disiasati.

Prinsip pengungkapan penuh (Full Disclosure) bisa dilihat contohnya pada laporan keuangan besar, silahkan Anda bisa download contohnya di situs BEI, laporan keuangan ASII, maka pada laporan tersebut terlihat metodenya jelas, anak perusahaan apa saja, laba dari masing-masing anak perusahaan berapa, logika prinsip ekonomi entity dijalankan dengan baik.

Ketika orang pribadi memberikan setoran modal, maka modalnya tersebut tidak bisa ditarik lagi dalam bentuk cash, karena status uang yang sudah disetorkan sebagai modal bukan lagi uang milik pribadi, melainkan sudah berupa modal perusahaan, sebagai gantinya kita diganti dengan lembaran saham, dan uang cash bisa didapat dari bagi hasil (earning per share).

Bagaimana jika kita perlu uang cash senilai modal yang kita setorkan, kita bisa melakukan peminjaman ke perusahaan, atau menjual kepemilikan saham yang kita punya, namun besarannya tidak akan sama persis dengan cash awal yang kita setorkan bisa lebih tinggi, bisa lebih rendah, atau bisa jadi tidak  bernilai sama sekali, bergantung pada kinerja perusahaan yang kemudian di nilai dengan demand dari market. Oleh sebab itu sebelum menyetorkan uang cash Anda menjadi lembaran saham, pikir baik-baik, evaluasi, dan pahami SKOR satu perusahaan.

INGAT.. INGAT…, KEJAHATAN TERJADI KARENA ADA KESEMPATAN.

UANG ANDA HILANG KARENA KELALAIAN ANDA SENDIRI.

POSISI ANDA SAAT INI ADA DIMANA ?

Sebagai basic untuk melangkah lebih jauh ke dunia investasi, pahami dulu posisi Anda saat ini ada dimana ?

Memahami posisi, maka Anda akan mampu menempatkan mana yang menjadi prioritas utama Anda saat ini, Investasi ? profit ? atau cash flow ?

TANGGA  MENUJU INVESTOR SEJATI


 
STARTING/MULAI

Memulai terjun ke dunia bisnis Anda setidaknya memiliki kemampuan sales dan marketing, jika tidak punya produk, Anda bisa memulai dari menjadi makelar, broker, calo atau middle man, mempertemukan penjual dan pembeli dengan menjadi perantaranya dan mengambil keuntungan dari kelebihan harga (mark up).

Dari hasil menjadi makelar, maka Anda sudah paham cycle bisnisnya, mulailah mengumpulkan modal untuk membangun bisnis sendiri, bisa juga dimulai dari pekerja dengan menyisihkan sebagian pendapatannya, mengumpulkan modal sambil jualan ke rekan-rekan kerja.

Cara lain adalah dengan memanfaatkan teknologi internet, membuat sistemasi bisnis dengan situs web yang auto pilot.

Apapun kegiatan dan jalur yang ditempuh, posisi starting akan mengalami kondisi dibawah ini :


Untuk bisa naik level ke tangga selajutnya, maka Anda harus fokus pada dua kunci utama yaitu :

  1. Menaikkan OMSET.
  2. Menjaga CASH FLOW.

Setelah omset naik, cash flow terjaga, maka Anda masuk ke tangga selanjutnya yaitu :

MEMAKSIMALKAN LABA

Dalam posisi memaksimalkan laba Anda akan mengalami kondisi dengan ciri dibawah ini :

 Untuk bisa naik ke tangga selanjutnya, kata kunci yang harus dilakukan adalah :
  1. Membuat sistem, dan
  2. Merekrut Profesional.

Setelah sistem dibuat, maka pastikan sistem tersebut automatis menjadi sistemasi dibawah pengawasan para professional, maka Anda masuk ke tangga selanjutnya yaitu :

SISTEMASI

Untuk bisa naik ke tangga selanjutnya Anda perlu melakukan :

  1. Rekrut Manajer.
  2. Delegasi.

Setelah memiliki manajer yang bisa diandalkan untuk mengawasi sistem dan mengorganisir para professional, maka lakukan delegasi dengan urutan pendelegasian yang akan dibahas di materi selanjutnya (materi modul 2).

Sistem yang sudah teruji kemudian bisa di copy paste, maka Anda mulai bisa melakukan ekspansi dengan buka cabang.

BUKA CABANG (EKSPANSI)

 Memiliki cabang dan sistemasi bisnis yang auto pilot maka Anda memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan proyeksi cash flow, pola bisnis yang sudah teruji dipertahankan dengan menciptakan leader yang akan membantu menjaga pola tersebut.

Pola bisnis akan memudahkan supaya bisa diduplikasi dengan cepat.

Proyeksi cash flow akan mengukur kemampuan saat melakukan ekspansi, apakah akan mengganggu cash flow atau tidak.

Anda sudah siap dalam posisi saat ini, jika kunci nya berhasil dijalankan untuk memasuki Tangga tertinggi ekonomi yaitu INVESTOR.

 INVESTOR

 Apakah harus seperti itu jalurnya, adakah jalur lain ?

Apa yang saya jelaskan adalah sebagaimana judulnya yaitu IDEALISASI BISNIS, idealnya harus seperti itu, namun kemudahan teknologi memungkinkan kita menempuh jalur lain, yaitu dunia digital dan asset digital, Anda bisa menempuh jalur singkat (fast track) dengan mengikuti pelatihan dikomunitas cyberpunk.

Klik disini (komunitas cyberpunk)

Informasi pelatihan, silahkan hubungi :

0857 8896 5376.

 Untuk bisa akses link video asli materi sistemasi bisnis dan keungan langsung dari pakarnya, silahkan klik shorten link dibawah ini :

video sistem bisnis dan sistemasi

 Bagi yang belum terbiasa akses shorten link, bisa mempelajari tutorialnya di link video berikut :

Cara akses file yang disembunyikan di shorten link

Apa yang di sampaikan adalah Cara-cara Ideal untuk  berbisnis dan berinvestasi.

Jika Anda ingin memahami sisi gelap investasi, bisa merapat ke link dibawah ini :

www.investorsejati.com